“DIKBUD LOBAR LESTARIKAN BUDAYA PERESEAN DAN PEPAOSAN”

Oleh : HENRI | Selasa 23 Juli 2019 | 01:21 WITA
Share :

Giri Menang, Gerung-- Kearifan lokal di Kabupaten Lombok Barat cukup banyak dan beragam, mulai dari seni budaya, tradisi hingga kuliner. Budaya yang menjadi kearifan lokal Kabupaten Lombok Barat yang menjadi kekayaan dan khazanah budaya perlu dijaga dan dilestarikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terus berupaya menjaga kearifan lokal seni dan budaya agar tidak punah tergerus oleh perubahan zaman. Salah satunya dengan menggelar pagelaran seni budaya Peresean dan Pepaosan.

Pepaosan merupakan tradisi pembacaan daun lontar yang bertuliskan huruf jawa kuno dan memiliki arti. Biasanya tulisan tersebut berisi tentang riwayat Nabi dan para sahabat Nabi yang dibacakan oleh beberapa orang diantaranya yaitu pemaos (penembang) kemudian penerjemah dan pendukung. 

Berbeda dengan pepaosan, seni Peresean memang masih sering kita jumpai di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat Lombok rutin menggelar seni tarung yang sudah menjadi ikon Lombok ini.

Pagelaran Pepaosan dan Peresan ini rencananya akan rutin digelar setiap hari Sabtu dan Minggu setiap minggunya. Pagelaran Pepaosan akan digelar di tiga titik yakni di Senggigi, Taman Kota Gerung, dan Taman Narmada. Sedangkan untuk Peresean akan digelar di Gedung Budaya Narmada mulai pukul 15.00 - 17.00 Wita.

"Saya sangat menyambut baik dibukanya kegiatan seni dan budaya Pepaosan dan Peresean milik masyarakat suku Sasak ini. Kita mengajak semua pihak untuk bersama bersinergi menjaga kearifan lokal," kata Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Senin (22/7/2019).

“Dengan adanya kegiatan ini, apalagi digelar secara rutin, kita yakin tidak hanya menghidupkan pelaku budaya dan seni tetapi juga berdampak secara materil menghidupkan ekonomi masyarakat," lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Dikbud Lombok Barat, Hendrayadi optimis kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini mampu menampilkan lebih banyak seni budaya kedepannya. Ia berharap seni budaya yang ditampilkan dapat menjadi ilmu yang diajarkan di sekolah, karena menurutnya seni budaya tidak hanya untuk orang dewasa saja.

"Kedepan tidak hanya Peresean dan Pepaosan yang akan kita tampilkan tapi semua jenis seni termasuk Gandrung," pungkas Hendrayadi.