“GELAR SENI DAN BUDAYA DIKBUD LOBAR 2019”

Oleh : HENRI | Senin 18 Nopember 2019 | 07:20 WITA
Share :

Dikbud Lobar -- Penampilan Tari tradisional oleh puluhan pelajar yang ada di Lombok Barat sukses memukau para tamu dan undangan yang memadati gedung budaya Narmada, Sabtu (16/11) malam. Para pelajar tersebut menampilkan berbagai atraksi seni tari seperti Drama Tari Kayaq Sandongan, Tari Rebo Bontong, Tari Perang Topat dan Tari Gandrung pada Gelar Seni dan Budaya 2019 yang diselenggarakan Seksi Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat.

Asisten 1 Lombok Barat H. Ilham yang turut hadir dalam kesempatan itu berharap kegiatan seni semacam ini terus digalakkan dan ditingkatkan. Baginya pendidikan, seni dan budaya merupakan cerminan perwujudan kenyataan karakter masyarakat, sehingga harus terus dijaga dan dilestarikan. Pendidikan, Seni dan Budaya adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan, pendidikan akan mengasah kecerdasan intelektual, seni akan mengasah emosional question, dan budaya akan mengasah kecerdasan spiritual. Saya mendorong anak-anak untuk bangga dengan bakat seni yang mereka miliki.

“Melalui kegatan ini akan Memperkaya khasanah budaya yang ada di kabupaten lombok barat, saya harap kita semua menjadi creator untuk menarik wisatawan untuk datang melalui nilai-nilai budaya yang ada di daerah.,” harapnya.

Selain menampilkan seni tari dalam kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian sertifikat penetapan drama tari kayak sandongan dari desa saribaye kecamatan lingsar sebagai warisan budaya tak benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 8 oktober 2019.

Sementara itu Kepala Dinas Dikbud Lobar M. Hendrayadi sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya melalui kegiatan seni budaya semacam ini nantinya tari perang topat, tari rebo bontong dan tari gandrung juga bisa menjadi warisan budaya tak benda oleh kemdikbud.

Di halaman depan gedung, para penonton dihibur dengan pagelaran seni "pepaosan". tampak empat orang budayawan saling bergantian melantunkan tembang merdu dengan syair sasak dari naskah lontar kuno. kegiatan ini sengaja ditampilkan untuk menumbuhkan kembali seni pepaosan di masyarakat.