DIKBUD GELAR GEBYAR SENI PELAJAR 2019

Oleh : HENRI | Senin 25 Nopember 2019 | 07:21 WITA
Share :

Dikbud Lobar -- Untuk melestarikan kesenian dan budaya daerah serta memupuk rasa cinta dan solidaritas antara guru dan siswa akan kesenian dan budaya daerah, ratusan guru dan siswa Kabupaten Lombok Barat mengikuti Gebyar Seni Pelajar 2019.

Tahun ini, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memusatkan gelaran Gebyar Seni Pelajar 2019 di Gedung Seni dan Budaya Jayengrane Narmada, Sabtu (23/11). Gebyar Seni Pelajar sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan untuk melestarikan budaya daerah yang melibatkan guru dan siswa sekaligus sebagai wadah mengekspresikan kreativitas dan kecintaan akan seni dan budaya daerah.

Selain sebagai ajang keakraban antar siswa dan guru, kegiatan ini sekaligus memperkenalkan tarian dan permainan tradisional kepada generasi milenial, kegiatan ini juga diharapkan bisa memperkuat karakter anak didik, hal itu disampaikan Bapak Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam sambutannya. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita semakin peduli dengan kesenian, berbicara tentang basis pendidikan karakter, seni dan budaya adalah dasar pembentukan karakter anak. ini semakin dibutuhkan dengan berkembangnya teknologi informatika, anak sekarang sangat bergantung pada gadget. Disinilah urgensinya kesenian, dan saya selalu support kegiatan seni dan budaya yang berbasis pendidikan”. Pungkasnya.

Dalam kegiatan ini,  siswa dan guru SD maupun SMP unjuk kreatifitas seperti vocal grup, Tari-tarian daerah seperti Asih Trasne, Tari perempuan ibu bumi yang dibawakan oleh ibu-ibu PGRI Lombok Barat dan permainan tradisional Egrang Tambok.

Gebyar seni pelajar kali ini dirangkai dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia dan Pengumuman penghargaan siswa, guru dan sekolah berprestasi tingkat Provinsi dan Nasional. Selain tingginya partisipasi murid dan guru, lokasi gedung jayengrane yang cukup representatif turut mendukung tingginya jumlah penonton.

“Kegiatan ini tiap tahun kita laksanakan sebagai bentuk kecintaan terhadap seni dan budaya. Mudahan anak-anak kita hari ini dan nanti semakin cinta dengan kesenian dan budaya daerah,” terang kepala Dinas Dikbud, Hendrayadi.