“GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH 2019 BERLANGSUNG MERIAH”

Oleh : HENRI | Rabu 04 Desember 2019 | 10:29 WITA
Share :

Dikbud Lobar – Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) sendiri merupakan program yang dijalankan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam bentuk program seniman memberikan pembelajaran kesenian pada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat membuka Pementasan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Gedung Seni dan Budaya Jayengrane Narmada, Rabu (27/11) Pagi. Dalam pementasan yang digelar Dikbud Lobar tersebut, sebanyak 420 pelajar tingkat SD dan SMP dari 21 sekolah menampilkan hasil latihan mereka bersama para seniman.

Beberapa di antara kesenian yang ditampilkan ialah Seni Pertunjukan (Seni Musik, Seni tari, dan teater) Seni Pameran ( Seni Rupa dan Sastra). Pementasan ini merupakan tindak lanjut dari program ekstrakurikuler GSMS yang dilaksanakan mulai Agustus hingga November 2019.

Dalam laporannya ketika membuka kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kabupaten Lombok Barat H. Nasrun mengatakan, pihaknya amat berterima kasih pada Para Seniman, Asisten Seniman dan Para Siswa-siswi yang merespons GSMS dengan baik.

“Buktinya hari ini ada pementasan sebesar ini. Mudah-mudahan, tiap tahun kita bisa terus mengadakan dan mendukung kegiatan semacam ini. Sehingga, kesenian dan kebudayaan kita tidak hilang,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Lobar Panca Surya mengatakan, di Kabupaten Lobar, program GSMS yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI ini memasuki tahun pertama.

“Melalui GSMS, pihak sekolah dan seniman bersinergi melakukan pelatihan seni-budaya bagi generasi muda, yakni para siswa-siswi. GSMS dilaksanakan dalam wadah kegiatan ekstrakurikuler yang dimentori oleh para seniman. Sepanjang Agustus sampai November ini, ada 27 kali pertemuan, kemudian dilanjutkan dengan pementasan ini,” ungkapnya.

 Bapak Kabid menambahkan, GSMS dimaksudkan untuk melibatkan para seniman dalam proses pendidikan karakter melalui kesenian. Menurutnya, dalam kesenian terdapat banyak nilai luhur. Di antaranya ialah rasa percaya diri dan toleransi.

“Jadi, teman-teman seniman dari cabang seni apa pun bisa menularkan ilmunya pada anak-anak didik,” katanya.

Sementara, Kepala Dikbud Lobar M. Hendrayadi disela-sela acara menegaskan, Pementasan GSMS ini bukanlah semata-mata hiburan, melainkan juga wujud pendidikan karakter dan pelestarian seni-budaya.

“Selain Sebagai pendidikan karakter anak, ini supaya kesenian dan kebudayaan yang diwariskan nenek moyang kita tidak punah. Kegiatan ini adalah usaha melestarikannya,” ungkapnya.

Menurut Bapak Kadis GSMS dapat menumbuhkan rasa cinta anak-anak pada kesenian, terutama kesenian lokal khas daerah. Dengan demikian, akan ada generasi penerus yang melanjutkan pelestarian kesenian lokal.