STRATEGI LOMBOK BARAT UJI COBA PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI 11 SEKOLAH

Oleh : HENRI | Selasa 10 Nopember 2020 | 02:56 WITA
Share :

Dikbud Lobar – Sejumlah sekolah di kabupaten Lombok barat telah mendapat izin untuk melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara ketat sejak Senin 9/11/2020.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis Dikbud) Lobar, Haeruddin, S.Pd.,M.Pd menyebutkan  sebelas sekolah tersebut diantaranya, SDN 1 Gerung Utara, SDN 1 Gelogor, SDN 1 Dasan Tereng, SDN 1 Sandik, SD IT Insan Cendikia, SD IT Lentera Hati, kemudian untuk SMP ada SMPN 1 Labuapi, SMPN 1 Gunung sari, SMPN 2 Lingsar, SMPN 2 Kuripan dan SMPN 1 Lembar.

“Untuk simulasi ini kita selektif dulu, kita lihat kesiapan dari sekolah-sekolah itu dan yang kita rekomendasikan ini, yang sudah betul-betul siap” pungkas Sekdis Dikbud Lobar, Haeruddin, S.Pd.,M.Pd. Jum’at (07/11/2020)

Dirinya menjelaskan lebih lanjut, simulasi ini akan menerapkan sistem shift dan blok. Dalam system shift itu, proses belajarnya akan dilakukan secara bergantian. Dimana perkloter, belajar tatap muka di sekolah akan dilaksanakan selama 2 jam. Kemudian jika dengan system blok, lanjutnya, itu dilakukan per dua hari dalam satu kloter (angkatan).

“Misalnya Unntuk SMP kelas VII hari senin-selasa, terus dilanjut kelas VIII hari Rabu-kamis dan kelas IX nya hari Jum’at-sabtu” Jelasnya.

Karena perkelas, maksimal diisi oleh 50 persen jumlah siswa dikelas tersebut. Sekolah yang terpilih untuk melakukan simulasi tersebut, dinilai sudah sangat siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Karena mereka sudah mengirimkan instrument yang sudah kita ajukan dan rata-rata hasil rekap nilai mereka itu diatas 85 persen”. Ungkapnya.

Sekolah yang telah direkomendasikan tersebut, telah dinilai berhasil memenuhi persyaratan untuk boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dimana syaratnya sesuai dengan SKB 4 Menteri.

Yang pertama, sekolah yang boleh melakukan simulasi tatap muka adalah sekolah yang berada di daerah zona kuning atau hijau. Kemudian yang kedua, sekolah yang telah memperoleh izin dari Kepala Daerah, dan yang ketiga sekolah yang sarana dan prasarana yang sudah siap dan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19.