PESERTA DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH LOMBOK BARAT TERIMA STTP

Oleh : ADMINISTRATOR | Jumat 31 Desember 2021 | 03:39 WITA
Share :

Batulayar 28/12/21 Sebanyak 50 orang peserta Diklat Calon Kepala Sekolah di Kabupaten Lombok Barat terima Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP).

Ke 50 orang peserta Diklat yang menerima STTP tersebut dinyatakan Lulus setelah mengikuti kegiatan pelatihan selama 3 bulan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2021 diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag., M.Si. di Ballroom Hotel Aruna Senggigi 28/12/21.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat H. Nasrun, S.Pd., MM. dalam laporannya menyampaikan bahwa yang ikut seleksi Calon Kepala Sekolah tahun 2021 sebanyak 60 orang dan dinyatakan Lulus seleksi sebanyak 42 orang dan 8 orang sisa hasil seleksi tahun 2020 sebanyak 8 orang sehingga total yang ikut Diklat sebanyak 50 orang.

Dijelaskan oleh H. Nasrun bahwa yang menyelenggarakan Seleksi dan Diklat Calon Kepala Sekolah ini adalah Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Kementrian Pendiikan dan Kebudayaan RI yang difasilitasi oleh Lembag Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB.

“Alhamdulillah berkat komunikasi kita dengan LPPKS 8 orang sisa hasil seleksi Cakep tahun 2020 yang belum didiklat bisa diterima sehingga total yang ikut Diklat Cakep tahun ini sebanyak 50 orang.” Ungkapnya.

H. Nasrun menambahkan prosentasi kelulusan Calon Kepala Sekolah Kabupaten Lombok Barat diatas rata-rata Nasional.

“Kita patut merasa berbangga bahwa dari 50 orang peserta Diklat seluruhnya dinyatakan Lulus  (100%) dan yang melakukan penilaian terhadap Diklat Cakep ini adalah LPPKS Solo dengan hasil memuaskan dan 6 diantaranya mendapat predikat sangat memuaskan.” Ucap mantan Kepala SMAN 1 Gerung ini.

Dalam kesempatan tersebut H. Nasrun mengungkapkan bahwa di tahun 2022 ini berdasarkan hasil rapat Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB akan Menyelenggarakan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka secara penuh untuk itu dia menghimbau kepada seluruh stake holder untuk bahu membahu mensukseskan Program Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang sekarang ini sedang dilakukan yaitu Vaksinasi Siswa SD usia 6 – 11 tahun.

“ Saya minta kepada seluruh yang hadir ditempat ini, Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Pengawas sekolah, Ketua PGRI, Ketua K3S, Ketua MKKS dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untk bergerak mensukseskan Vaksinasi siswa SD ini, saya optimis target vaksinasi siswa SD ini bisa terpenuhi.” Ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Asiten 1 Setda Lombok Barat H. Agus Gunawan, Kepala BKD-PSDM Syahrudin, ST, Ketua PGRI Lombok Barat Tajudin, S.Pd.

Dalam Kesempatan tersebut Bupati Lombok Barat seusai menyerahkan STTP secara simbolis kepada perwakilan peserta dalam sambutannya mengingatkan bahwa Pendidikan dan pelatihan ini diselenggarakan oleh Lembaga yang sudah disertifikasi oleh Pemerintah Pusat yang mutunya sudah tidak diragukan lagi. Pendidikan dan Pelatihan ini adalah merupakan kebutuhan yang bersifat formal yang menjadi kunci untuk bisa menjadi Kepala Sekolah, namun yang tidak kalah pentinya adalah Ketika sudah menjadi Kepala Sekolah maka yang akan dihadapi adalah para guru, para Siswa, Orang tua siswa, masyarakat secara keseluruhan yang kesemuanya itu membutuhkan Ketrampilan yaitu ketrampilan Berkomunikasi dan Ketrampilan bersosialisasi dan biasanya sangat jauh Berbeda yang diterima di Pendidikan dan pelatihan dengan yang di lapangan oleh karena itu beliau berharap secara realistis sudah berhasil bahkan ada yang sangat memuaskan tinggal dibuktikan di lapangan.

“Saudara-saudara secara realistis sudah sah dan bahkan hasilnya sangat memuaskan tinggal akan kita buktikan hasilnya di lapangan.” Ungkapnya.

Bupati memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera memproses pengangkatan sebagai Kepala Sekolah agar tidak terlalu lama kosong Kepala Sekolahnya termasuk memproses kekurangan pengawas Sekolah.

“Tolong pak Kadis ini cepat diproses supaya tidak terlalu lama sekolah-sekolah kit aitu kososng termasuk memproses kekurangan dari pengawas sekolah.” Tegasnya.(zul)