DIKBUD GELAR PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL 2018

Oleh : HENRI | Kamis 26 Juli 2018 | 06:53 WITA
Share :

Gerung, Dikbud Lobar --- Kegiatan Peringatan hari anak nasional di Kabupaten Lombok Barat dilakukan di Gelanggang Olahraga Gerung, Acara ini terselenggara atas kerjasama Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat  dan Fred Hollows Foundation (FAF) cabang NTB. Acara Peringatan Hari Anak Nasional 2018 ini diikuti 90 siswa dan siswi perwakilan sekolah-sekolah dari 10 Kecamatan di Kabupaten Lombok Barat.

“Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia” menjadi slogan yang begitu manis tema Peringatan Hari Anak Nasional 2018 di GOR (Gelanggang Olah Raga) Kabupaten Lombok Barat pada Rabu (25/7/2018).

Dalam acara tersebut Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Haeruddin, S.Pd.,M.Pd mengatakan “Menjadi tantangan bersama untuk membuat anak penuh suka cita ketika berada di lingkungan Sekolah. Peringatan Hari Anak Nasional ini adalah momentum peningkatan strategi pendidikan disekolah melalui edukasi bagi anak-anak dengan media permainan, bermain merupakan dunia anak-anak. Dengan bermain seorang anak belajar mengenali dunia luar dan lingkungannya, serta mempelajari banyak hal. Guru dapat menciptakan suasana kelas atau proses pembelajaran yang menyenangkan. Belajar dengan bermain memberi kesempatan kepada anak untuk memanipulasi, mengulang-ulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktekkan, dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya. Disinilah proses pembelajaran terjadi”.

Dalam acara peringatan hari anak nasional ini dirangkai dengan pembagian kartu edukasi bergambar, anak-anak di ajak bermain dan belajar melalui Permainan edukasi ular tangga yang dikemas dengan konsep edutainment (edukasi & hiburan), dimana terdapat berbagai macam informasi tentang kesehatan dasar yang ditampilkan dengan desain menarik dan warna-warna cerah.

“Permainan anak ini dapat mestimulasi anak dalam mengembangkan kerjasama, membantu anak menyesuaikan diri, saling berinteraksi secara positif, dapat mengkondisikan anak dalam mengontrol diri, mengembangkan sikap empati terhadap teman, menaati aturan, serta menghargai orang lain”. Tutur Bili Staf Dinas Kesehatan Provinsi NTB.