Tema : Merintis Jalan Kebudayaan Adalah Kembali Pada Pancasila
Dalam peluang mengemukakan pidato kebudayaan, Zulkifli mengingatkan kalau kebudayaan yaitu jalan bangun peradaban " Kita terlampau lama jadikan politik sebagai panglima hingga lupa kalau malah budaya yaitu jalan bangun peradaban, " jelasnya. Politik yang riuh, kata Zulkifli, sudah bikin kita lupa meniti jalan kebudayaan. Politik sudah mereduksi arti trick kebudayaan cuma pada kesulitan kesenian serta kebiasaan. " Budaya mesti dipahami dalam arti yang luas yaitu nilai-nilai baik keindonesiaan kita. Nilai-nilai sama-sama menghormati ketidaksamaan, sama-sama melindungi kerukunan, tertarik satu dengan yang lain dalam keberagaman, " tutur Zulkifli. Ia mengingatkan kalau dalam rancangan trisakti Bung Karno telah tegaskan untuk mandiri di sektor ekonomi, berdaulat di sektor politik, serta berkepribadian di sektor kebudayaan. " Lewat trisakti Bung Karno pingin katakan pada kita kalau kemandirian serta kedaulatan tidak bermakna apabila bangsa Indonesia tidak miliki kepribadian dalam budaya, " ucap Zulkifli. Menurut dia, kembali meniti jalan kebudayaan yaitu kembali ke Pancasila, kembali jadi manusia Indonesia yang disinari sinar Illahi, memanusiakan manusia yang lain, perkataan serta perbuatannya mempersatukan. " Manusia yang demokratis serta memprioritaskan musyawarah dan memiliki komitmen mewujudkan niat sholat dhuha keadilan sosial untuk semuanya. Secara singkat, manusia Indonesia yang Pancasilais, " tuturnya. Zulkifli mengharapkan Federasi Theater Indonesia dapat hadirkan inspirasi, ide serta karya yang merefleksikan nilai-nilai baik keindonesiaan. " Dari FTI mesti lahir karya yang menjaga semangat keindonesiaan kita dalam budaya yang berkepribadian. Seperti kata bekas Presiden Ceko Vaclav Havel, kalau politik itu Kotor, biarkanlah puisi yang membersihkannya, " tutup Zulkifli. Ada bersama-sama Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam acara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, budayawan Radhar Panca Dahana, pengusah senior Ciputra, pengamat politik LIPI Siti Zuhro, Sys NS serta budayawan yang lain.